Kamis, 29 Desember 2011
Pertemuan 13 - BSI Margonda
Kenapa kita butuh LSA [Linux System Administrator] ? jawabanya adalah karena system juga sama perlu seorang pemimpin dan manger, betul tidak !!? nah setelah kita mempelajari dan mereview beberapa materi Linux System Administrator saya menyimpulkan bahwa:
1. Dalam sebuah system diperlukan management dan monitoring agar meminimalisir kesalahan yang disebabkan oleh machine error maupun human error.
2. Linux centOS 5 merupakan salah satu pilihan yang paling populer dan sering digunakan untuk mengatur sebuah jaringan.
3. Dalam segi keamanan linux memiliki keunggulan baik arsitektur system dan aplikasinya.
4. Linux mampu bekerja dalam kondisi apapun baik modus text / shell maupun GUI yang tidak kalah bagusnya denga OS yang komersial.
5. Dalam pengaturan jaringan linux memiliki beberapa aplikasi yang bisa langsung digunakan tanpa harus menginstall lagi.
6. Dalam pengaturan jaringan linux memberikan alternatif baik pengaturan yang berbentuk GUI maupun modus teks atau shell.
7. Linux sebagai OS alternatif yang bebas biaya dan menyediakan beberapa aplikasi alternatif dari aplikasi berbayar. Baik aplikasi kantor [Openoffice, gnuCash], Design [Gimp,Blender], Antivirus [ClamAV], Multimedia [VlC Player, XMMS], Firewall [iptables], server [Ubuntu, centOS, Fedora], dsb.
Jadi mulai sekarang beralihkan menggunakan linux, bebas bukan berati tak nyaman dan tak aman. Justru dengan adanya system yang opensource maka semangat untuk belajar dan melatih kreatifitas seorang IT agar tidak ketergantungan dengan product berlisensi bisa diatasi. Aman…Nyaman..dan Murah itulah LINUX.
Pertemuan 12 - BSI Margonda
Setting DHCP Server
- I. Pendahuluan
- DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol TCP/IP yang tugasnya memberikan alamat IP secara otomatis kepada client yang bersifat dinamis, sehingga vlient tidak perlu mengisikan alamat IP secara manual. Program di linux yang berlaku sebagai server DHCP adalah dhcpd. Supaya dapat memperoleh layanan DHCP, komputer client harus memasang program klien yaitu dhcpcd. Layanan DHCP tidak hanya memberikan alamat IP pada masing-masing klien, layanan ini dapat juga digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan pada komputer klien seperti server DNS, server NIS, dan sebagainya. Dengan adanya server DHCP, konfigurasi jaringan komputer klien dapat diatur secara terpusat.
- II. Karakteristik Server DHCP
- Karakteristik dari server DHCP yang berjalan di sistem linux adalah:
- 1. Server dapat berjalan lebih cepat & stabil. Sistem-sistem Unix clone sudah diakui mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi dalam menjalankan aplikasi-aplikasinya, dan ini berarti termasuk juga di Linux yang juga merupakan salah satu clone Unix. Linux juga seperti turunan Unix lain dapat dioperasikan hanya dengan command text saja. Ini berarti resource yang dibutuhkan server pasti lebih kecil daripada resource yang dibutuhkan untuk menjalankan software berbasis grafis seperti di sistem Windows.
- 2. Dijalankan dengan dua aplikasi daemon untuk server dan client, misalnya : dhcpd (DHCP daemon) untuk server dan dhcpcd (DHCP client daemon) untuk client.
- 3. File-file setting untuk DHCP di Linux umumnya diletakkan di dalam direktori /etc dan /var/lib/dhcp.
- 4. Setting DHCP dilakukan dalam sebuah file yaitu : /etc/dhcpd.conf dan akan menyimpan hasil transaksi penyewaan IP address di dalam sebuah file yang bernama /var/lib/dhcpcd.leases. Bila file ini tidak ada, DHCP tidak akan dapat bekerja.
- 5. Setting relatif mudah karena hanya dipusatkan di satu file saja (/etc/dhcpd.conf) dan hanya terdiri dari beberapa baris perintah untuk memberikan layanan yang cukup lengkap.
- III. Cara Kerja
- Pada saat suatu client boot-up, mesin tersebut membroadcast suatu request ke server DHCP, kemudian server membalas dengan alamat IP, netmask dan berbagai macam konfigurasi. Komunikasi tergantung sepenuhnya pada broadcast, hingga percakapan antara client dan server berakhir, client tidak memiliki IP valid. DHCP menggunakan UDP sebagai transportnya,server DHCP akan listening atau mendengarkan pada port 67. Client DHCP broadcast ke UDP port 67, dan server menjawab ke UDP port 68.
- IV. Langkah-Langkah
- A. Di sisi server
- 1. Cek Paket
- Cek paket-paket dhcp dengan cara:
- # rpm -qa | grep dhcp
- 2. Copy File dhcp
- Untuk mengkonfigurasi dhcp, buka file dhcp dengan cara:
- # vi /etc/dhcpd.conf
- maka kita hanya akan melihat tampilan sebagai berikut:
- oleh karena itu, gunakan perintah berikut agar kita bisa mengkonfigurasi file dhcp:
- # cp /usr/share/doc/dhcp*/dhcp.conf.sample /etc/dhcpd.conf
- sehingga file dhcpd.conf akan terlihat sebagai berikut:
- 3. Konfigurasi dhcp
- Kita mulai mengkonfigurasi dhcp, namun kita harus melihat keterangan sebagai berikut:
- - ddns-update-style –> Pilihan ddns-update-style diletakkan pada konfigurasi awal dhcpd.conf anda, parameter ini diperlukan jika server anda menggunakan dynamic dns lokal, yang akan memetakan client lokal anda dengan sebuah nama, untuk setiap ip yang di pinjamkan ke client, sehingga dhcp server akan melakukan update dns jika server menggunakan dns untuk meresolve nama server dan client. ISC (Internet Software Consortium) yang membuat aplikasi isc-dhcp ini mengisyaratkan untuk secara default menggunakan parameter ddns-update-style ini. Ada 3 pilihan ddns-update-style ini yakni interim, adhoc, dan none.
- ddns-update-style interim;
- - subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 –> Jaringan yang diatur dengan layanan dhcp ini mempunyai alamat jaringan 192.168.0.0 dengan netmask 255.255.255.0
- - option routers –> Menentukan default gateway komputer klien
- - option subnet mask –> Menentukan subnet mask untuk subnet
- - option domain-name –> menentukan Domain Name dari server dhcp anda, jika ada. atau bisa diisi sebagai penamaan host lokal anda, tanpa harus menggunakan domain yang terdaftar.
- option domain-name “domain.org”;
- - option domain-name-servers –> Menentukan Informasi DNS, diperlukan oleh client untuk meresolve informasi domain name, jika akan melakukan sambungan ke internet.
- option domain-name-servers 192.168.1.2;
- - option ntp-servers –> Menentukan server NTP untuk subnet
- - option netbios-name-servers –> Menentukan server NetBIOS atau disebut juga server WINS
- - range dynamic-bootp –> Menentukan range alamat IP untuk subnet
- - default-lease –> Menentukan waktu yang dialokasikan ketika sebuah ip dipinjamkan kepada komputer client, setelah waktu pinjam ini selesai, maka ip tersebut dapat dipinjam lagi oleh komputer yang sama, atau komputer tersebut mendapatkan nomer ip lain jika komputer yang sebelumnya dipinjam dipergunakan oleh komputer lain.
- default-lease-time –> Lama waktu server meminjamkan alamat ip kepada client, dalam satuan detik.
- default-lease-time 21600;
- max-lease-time –> Menentukan waktu maksimum yang di alokasikan untuk peminjaman ip oleh dhcp server ke client dalam satuan detik.
- max-lease-time 43200;
- - host ns –> Menentukan klien agar diberikan alamat IP khusus.
- Tentu saja, tidak semua baris konfigurasi di atas diperlukan. Jika kita tidak memerlukannya beri tanda pagar (#) di bagian paling kanan dari pernyataan yang tidak kita butuhkan. Dalam kasus ini, kita akan membuat server DHCP dengan IP 192.200.200.100 dan subnet mask 255.255.255.0 dengan range IP klien dari 192.200.200.200 sampai 192.200.200.250. Maka dari itu kita mengkonfigurasi file dhcpd.conf seperti di bawah ini:
- 4. Menyalakan Server dhcp
- Berikan perintah di bawah ini untuk menyalakan server dhcp:
- # service dhcpd start
- B. Di sisi klien
- 1. Cek paket
- Cek paket-paket dhcp di komputer klien.
- 2. Konfigurasi client
- Jika komputer klien sudah mempunyai IP, maka hapus IP tersebut dan arahkan gateway clien tersebut ke server DHCP (Dalam hal ini 192.200.200.100). Setelah itu restart jaringan dengan cara:
- # service network restart
- Jika semua tidak ada masalah, maka server dhcp akan memberikan IP ke clien tersebut.
- V. Lain-lain
- 1. IP Khusus
- Jika kita ingin memberikan IP khusus kepada satu komputer saja, maka gunakan host ns yang ada pada file /etc/dhcpd.conf. Masukkan ethernet komputer dan IP yang akan digunakan.
- 2. DHCP Lebih Dari Satu Jaringan
- Contoh di atas menggunakan satu jaringan saja. Lalu bagaimana jika ada lebih dari satu jaringan? Hal itu bisa disiasati dengan cara menyalin skrip yang ada di file /etc/dhcpd.conf, lalu hasil salinannya ditempatkan di bawah skrip tadi dan kita bisa mulai mengkonfigurasi jaringan yang berbeda dengan skrip sebelumnya
- source : gerakanopensource
- Video Setting DHCP di centos 5
Pertemuan 11 - BSI Margonda
Sharing Data [SAMBA] dengan Windows
- Pertama kita cek dulu apakah samba sudah terinstall di pc kita
- #rpm -qa | grep samba
- Ok, kalo sudah ada, pertama kita akan membuat password untuk user samba. Temen-temen dapat menggunakan user yang sudah ada di kompi temen2. Asumsi saya punya user bernama franker.
- #smbpasswd -a franker
- kemudian masukkan 2 kali password yang sama. Setelah itu kita akan mulai mengedit file yang menjadi konfigurasi samba.
- #vi /etc/samba/smb.conf
- Edit lah isi file tersebut seperti di bawah ini, nantinya tinggal menyesuaikan sesuai kebutuhan aja.
- # Samba config file edited by franker
- # Date: 2009/02/03 23:23:38
- [global]
- workgroup = WORKGROUP
- server string = Samba %v on %L
- log file = /var/log/samba/%m.log
- max log size = 1000
- os level = 65
- preferred master = Yes
- domain master = Yes
- dns proxy = No
- invalid users = man, postfix, sys, bin, daemon, mail, ftp
- admin users = root
- cups options = raw
- [homes]
- comment = Home Directories
- read only = No
- browseable = No
- [printers]
- comment = All Printers
- path = /usr/spool/samba
- printable = Yes
- browseable = No
- [TarBall]
- comment = file buat lo
- path = /usr/local/src/TarBall
- valid users = kiki, franker
- Sampai sini simpan filenya
- ——————————————————————
- Penjelasannya:
- 1. kenapa workgroupnya adalah WORKGROUP karena biasannya di kompi windusXP temen2 yang blm pernah di konfigurasi workgroup atau domainnya akan bernama WORKGROUP saja.
- 2. Untuk sharing foldernya dapat dilihat seperti di atas [TarBall]
- Nah…kemudian restart dulu deh daemon samba.
- #service smb restart
- atau
- #/etc/rc.d/init.d/smb restart
- Untuk mengetes apakah samba dan file yang kita sharing telah berjalan dengan baik dapat menggunakan perintah
- #testparm
- Jadi dari klien WindusXP tinggal melihat dari MyNetworkPlaces dan kemudian klik deh server samba yang terlihat dan masukkan user dan passwd tadi.
- Tapi pabila terjadi kegagalan, bisa terjadi karena adanya firewall dari kedua belah pihak. Matikan firewall di WindusXP.
- Untuk mematikan firewall di CentOS-5 dapat menggunakan perintah
- #setup
- Pilih Firewall, kemudian Pilih pada SELinux yang Permissive dan customize, pilih trusted eth0 dan pilih option yang dibutuhkan.
- Untuk mengambil file yang di sharing dari WindusXP, kita dapat menggunakan perintah
- #smbclient //iptarget/namafoldernya -U client
- c/o:
- #smbclient //192.168.44.254/magicbook -U franker
- kemudian untuk melihat cara mengcopynya temen2 dapat mengetikkan
- smb>?
- source: franker
- Artikel diatas diambil dari blog saudara, lumayan tambah tambah ilmu. Untuk yang ngerti bahasa inggris dibawah ini ada video setting samba di linux ubuntu, namun pada dasarnya sama saja.
Pertemuan 10 - BSI Margonda
Setting Firewall [IP Chains / iptables]
- Dalam operasi linux sebuah firewall bisa disetting dengan keinginan sendiri melalui command line atau shell. Di linux sendiri ada aplikasi iptables yang membantu kita dalam melakukan filter layaknya aplikasi firewall di windows.
- Dalam tabel filter terdapat 3 buah build-in chains (susah dibahasa indonesiakan) dimana kita bisa meletakkan aturan-aturan untuk firewall kita. Bingung? lanjutin aja dulu ya..
- Berikut 3 buah “rantai” tersebut :
- 1. INPUT (untuk paket yang ditujukan ke firewall kita)
- 2. FORWARD (untuk paket yang di route lewat firewall kita, misalnya sebagai server yang menghubungkan jaringan local ke jaringan internet.
- 3. OUTPUT (untuk paket yang berasal dari firewall)
- Target And Jumps
- Setiap rule yang ada di firewall akan mencoba mengidentifikasi setiap paket yang ada di “rantai”, jika sesuai maka akan dianggap sebagai target, yang selanjutnya akan diarahkan ke proses selanjutnya, atau istilahnya di jump over ke proses seanjutnya. Atau sederhananya, apa yang akan dilakukan jika terdapat paket yang cocok dengan rule.
- Berikut adalah beberapa Jumps yang populer :
- 1. ACCEPT (proses di iptables selesai, dan paket dilanjutkan ke tempat seharusnya, misalnya applikasi tujuan)
- 2. DROP (proses di iptables selesai, dan paket diblock)
- 3. REJECT (proses di iptables selesai, dan paket diblock lalu mengirimkan pesan ke host pengirim bahwa paket diblock)
- Selanjutnya adalah COMMANDS yang bias digunakan :
- o ya, ni aturan penulisannya untuk masing-masing commands yang digunakan.
- iptables [-t table] -[AD] chain rule-specification [options]
- iptables [-t table] -I chain [rulenum] rule-specification [options]
- iptables [-t table] -R chain rulenum rule-specification [options]
- iptables [-t table] -D chain rulenum [options]
- iptables [-t table] -[LFZ] [chain] [options]
- iptables [-t table] -N chain
- iptables [-t table] -X [chain]
- iptables [-t table] -P chain target [options]
- iptables [-t table] -E old-chain-name new-chain-name
- -t = menentukan nama tabel (filter, nat, mangle, raw). jika tidak ditulis, maka defaultnya adalah “filter”.
- ket : chain ==> misalnya INPUT, OUTPUT, atau FORWARD
- rulenum ==> nomor urut aturan dalam chain
- target==> seperti yang dijelaskan pada bagian target and jumps di atas
- nah, ini commandsnya :
- 1. -A ==> menambahkan rule di baris terakhir chain yang ditentukan.
- (iptables -A INPUT -j DROP : semua paket yang masuk ke chain INPUT akan di DROP)
- 2. -D ==> menghapus rule yang ada di chain tertentu, ada dua jenis penghapusan, yaitu dengan nomor urut rule (rulenum) atau dengan pencocokan rule-specification.
- (iptables -D INPUT 1, atau iptables -D INPUT -s 10.14.210.100 -j DROP : yg pertama adalah menghapus rule pertama di chain input, yang kedua adalah menghapus rule yang cocok dengan spesifikasi tersebut di chain INPUT)
- 3. -I ==> menambahkan rule di baris dan chain yang ditentukan.
- (iptables -I INPUT 1 –dport 80 -j ACCEPT : menambahkan rule di urutan pertama pada chain INPUT)
- 4. -R ==> mereplace rule yang ada di chain berdasarkan rulenum.
- (iptables -R INPUT 1 -s 192.168.0.1 -j DROP : menimpa rule nomor satu di chain INPUT dengan rule baru tersebut)
- 5. -L ==> menampilkan daftar rule seluruhnya atau di chain tertentu jika jenis chain ditentukan.
- (iptables -L INPUT : menampilkan semua rule yang ada di chain INPUT)
- 6. -F ==> menghapus semua rule atau semua rule di chain tertentu jika jenis chain ditentukan.
- (iptables -F : menghapus semua rule yang ada di semua chain)
- 7. -Z ==> untuk meng-nol-kan semua counter yang di chain tertentu, misalkan coba -v, setelah itu gunakan -Z, lalu lihat beda -v setelah di -Z.
- (iptables -Z INPUT)
- 8. -N ==> membuat sebuah chain baru.
- (iptables -N ALLOW : membuat sebuah chain bernama ALLOW)
- 9. -X ==> menghapus chain tertentu.
- (iptables -X ALLOW : menghapus chain bernama ALLOW)
- 10. -P ==> untuk menentukan default target dari chain tertentu.
- (iptables -P INPUT ACCEPT : jika paket tidak ada yang cocok dengan semua rule yang ada, maka akan dipaksa mengikuti rule default ini)
- 11. -E ==> mengubah nama chain.
- (iptaables -E ALLOW ALLOWAH : mengubah nama chain dari ALLOW jadi ALLOWAH)
- Catatan : Nomor rule dimulai dari satu.
- Selanjutnya adalah daftar parameter pembentuk rule-specification :
- -s ==> source
- (iptables -A INPUT -s 192.168.1.1)
- -d ==> destination
- (iptables -A INPUT -d 192.168.1.1)
- -p ==> protocol
- (iptables -A INPUT -s 192.168.1.1 -p tcp)
- -i ==> in-interface
- (iptables -A INPUT -i eth0)
- -o ==> out-interface
- (iptables -A FORWARD -o eth0)
- –sport ==> source port
- (iptables -A INPUT -s 192.168.1.1 -p tcp –sport 22)
- –dport ==> destination port
- (iptables -A INPUT -p tcp –dport 22)
- –sys ==> untuk identifikasi new connection request
- (iptables -A INPUT -i ppp0 -p tcp –syn –dport ! 80 -j DROP)
- Catatan : Gunakan tanda ! untuk negasi/ pernyataan tidak/ selain.
- Gunakan tanda : untuk menyatakan sampai, misal port 10 sampai 20, maka ditulis 10:20.
- Contoh-Contoh Script IPTables :
- iptables -A INPUT -p icmp –icmp-type 8 -j DROP
- (DROP semua paket icmp-request yang masuk ke server kita, dengan kata lain komputer kita ga bisa di ping)
- => –icmp-type 0 for reply 8 for request.
- iptables -A OUTPUT -p udp -o eth0 –dport 53 –sport 1024:65535 -j ACCEPT
- (ACCEPT paket yang dengan protokol UDP, out-interface eth0, destination port 53, source port 1024-65535)
- iptables -A INPUT -p icmp –icmp-type 8 -s 0/0 -d $SERVER_IP -m state –state NEW, ESTABLISHED, RELATED -j ACCEPT
- ($SERVER_IP adalah variable, bisa digantikan dengan IP server. -m state –state adalah untuk mengetest keadaan paket, ada 4 yang bisa digunakan, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED, dan INVALID. NEW : paket memulai koneksi baru. ESTABLISHED : paket adalah bagian dari koneksi yang terjadi antara dua host, misalnya ICMP reply message, yang merupakan balasan dari ICMP request. RELATED : koneksi yang termasuk RELATED adalah jika ia berhubungan dengan koneksi ESTABLISHED yang telah ada. INVALID : paket tidak teridentifikasi atau tidak memiliki state, ini mungkin terjadi karena system running out memory atau karena ICMP error messages yang tidak merespon ke known connections
- Source : saidalfaraby
- Berikut ada tutorial mengenai cara setting iptables mudah mudahan bermanfaat.
Pertemuan 9 - BSI Margonda
Remote PC [SSH + VNC]
- Materi pertemuan 9 ini adalah membahas mengenai cara meremote PC jarak jauh menggunakan SSH dan VNC. Materi ini sebenarnya sangat asyik untuk dipelajari jika kita ingin menjadi IT Network Adminstration. Sebelum menggunakan SSH dan VNC kita harus menginstall package dan mengaktifkan services nya.
- 1. Remote PC dengan SSH [Secure Shell]
- Dalam menggunakan ssh tidak harus login sebagai root :
- [user@localhost~]$ ssh no_ip
- Namun sebelum kita menggunakan ssh masuk terlebih dahulu sebagai root / administrtor dan aktifkan service sshd dan networknya.
- [root@localhost~]# service network start
- [root@localhost~]# service sshd start
- Didalam konfigurasi service sshd ini kita masih asumsikan dengan adanya service status | stop | restart
- Jika seervice nya sudah diaktifkan maka langsung saja meremote pc tentunya harus mengetahui nomor IP PC yang akan diremote:
- [root@localhost~]# ssh 193.150.2.9
- [user@localhost~]$ ssh username@193.150.2.9
- Untuk keluar ketik logout atau ctrl+d.
- 2. VNC
- VNC [Virtual Network Computing] adalah sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai remote desktop namun tampilannya PC tujuan dalam GUI sesuai dengan aslinya.
- - Pastikan VNC sudah terinstall di centos anda [Centos5 sudah di bundle didalamnya]
- - Pastikan konfigurasi network anda telah diaktifkan
- - Aktifkan service vnc dengan :
- [root@localhost~]# setup
- Pilih : System Services
- Pilih : [*] VNC Server * Dengan menekan spasi
- Tab –> OK –> Quit
- - Dari GUI : System –> Preferences –> Remote Desktop
- Dari jendela Remote Desktop:
- Sharing : [View] * Ceklis [Control] * Ceklis
- Security: [Ask] * Ceklis [Password] * Ceklis
- - Masuk ke application klik VNC Viewer
- VNC Server : Masukan IP Tujuan –> OK
- Password : Masukan Password PC Tujuan.
- Untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat video dibawah ini :
Pertemuan 8 - BSI Margonda
Pemaketan data [TAR] dan transfer file [SCP]
TAR (Pemaketan Data)
Berfungsi untuk mengkompres / membungkus beberapa file menjadi satu didalam operasi linux. Perintah bentuk umum dalam memaketkan sebuah data adalah sebagai berikut:
tar -cf nama_file_baru.tar nama_file_atau_direkroti_asal –> perintah untuk membuat file paket baru.
tar -xf nama_file_paket.tar –> perintah untuk mengekstrak file paket.
SCP (Secure Copy)
Perintah untuk mengambil dan mengirim sebuah file antar pc dalam jaringan dengan prosesnya menggunakan paket enkripsi data.
Dalam menggunakan perintah ini untuk mengambil data kita harus meremote terlebih dahulu komputer asal datanya. bentuk umum perintahnya adalah sebagai berikut:
Untuk mentransfer file :
scp nama_data user_tujuan@nomor_ip_tujuan:/path_user_tujuan
Untuk mentransfer direktori :
scp -r /path_direktori_asal user_tujuan@nomor_ip_tujuan:/path_tujuan
TELNET
Telnet adalah perintah untuk meremote komputer tidak jauh beda dengan perintah ssh namun telnet ini digunakan juga di OS Windows. Telnet akan dikenali di port 23 sedangkan ssh hanya ada di linux.
$ telnet port
# telnet
Pertemuan 7 - BSI Margonda
Setting IP Address [ Kelas A, B, C, D ] dan Hostname
- IP address merupakan deretan angka biner antara 32-bit sampai 128-bit atau 4 angka desimal yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tipa komputer host dalam jaringan internet. Nomor ini bersifat unik karena setiap komputer memiliki TCP/IP yang berbeda – beda.
- IP address terdiri dari sekelompok bilangan biner 32-bit yang dibagi menjadi 4 bagian. Masing – masing bagian terdiri dari 8-bit, yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 sampai 255. Tiap 8-bit ini disebut sebagai oktet.
- KELASRANGEDEFAULT MASKSTARTENDKETA1-126255.0.0.01.0.0.0.0126.255.255.254B127-191255.255.0.0128.0.0.0191.255.255.254C192-223255.255.255.0192.0.0.0223.255.255.254D224-239224.0.0.0239.255.255.254MulticastingE240-255240.0.0.0255.255.255.254For Testing
- IP address terdiri dari Network ID dan Host ID. Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam sebuah jaringan. Sedangkan Network ID berfungsi sebagai identitas / alamat unik suatu komupter dalam sebauh jaringan komputer.
- Konversi Bilangan Biner Ke Desimal
- Untuk mengkonversikan bilangan biner ke desimal dalam suatu perhitungan IP maka kita membagi 4 blok bagian yang masing masing memiliki panjang 8 angka. Yang bisa anda lihat ditabel berikut :
27 26 25 24 23 22 21 20 128 64 32 16 8 4 2 1 - Contoh :
- Binary : 10000011.01101011.00000010.11001000
- Yang dilakukan oleh kita adalah memberikan nilai true setiap angka 1 dengan dicocokan pada hasil kuadrat di tabel diatas kemudian tambahkan tiap – tiap blok angkanya jika bernilai 0 berikan 0. Kita mulai dari kiri :
- 128+0+0+0+0+0+2+1.0+64+32+0+8+0+2+1.0+0+0+0+0+0+2+0.128+64+0+0+8+0+0+0
- 128+2+1.64+32+8+2+1.2.128+64+8
- 193.107.2.200
- Jadi bilangan biner 10000011.01101011.00000010.11001000 jika dikonversikan ke bentuk desimal menjadi 193.107.2.200 dan termasuk kelas IP C. Mudah bukan ?
- Perintah Shell Linux Untuk Setting Jaringan:
- Dalam mengkonfigurasi sebuah jaringan di linux maka anda harus masuk sebagai administrator atau root sebagau super user. Dibawah ini adalah perintah shell dalam jaringan berbasis linux.
- [root@localhost~]#
- service network start = untuk mengaktifkan sebuah jaringan
- service network restart = untuk merestart jaringan kembali ke setting default
- service network stop = menghentikan semua aktifitas jaringan
- service network status = melihat status jaringan
- ifconfig |more = melihat konfigurasi jaringan sebuah komputer
- ifconfig eth0 nomor_ip = mengganti nomor ip device eth0 / netlink
- ping nomor_ip = mengecek koneksi
- arp = melihat hasil koneksi
- hostname nama_host = mengganti nama pc
- uname = mencetak properti suatu komputer
- ssh nomor_ip = meremote komputer dengan secure shell
- wall isi_pesan = mengirim pesan dalam lingkungan ssh / remote
Pertemuan 6 - BSI Margonda
Pengenalan OpenOffice
OpenOffice.org adalah seperangkat lunak perkantoran yang didalamnya terdapat fungsi pengolah kata (word processing), pengolah lembar (spreadsheet), pembuatan gambar (drawing), pembuatan presentasi (presentation), pengolahan data, web editor, database, dan formula editing.
OpenOffice.org dikembangkan oleh Komunitas OpenOffice.org yang didirikan oleh Sun Mycrosystem. OpenOffice.org merupakan perangkat lunak yang gratis dan open source, dan siapa pun bisa mengakses kode sumber pembangunnya dan bisa merubah kode sumbernya.
OpenOffice.org bisa tersedia dalam 2 (dua) muka baik dengan sistem operasi Windows dan Linux. Selain itu OpenOffice.org mendukung format berbagai format file Microsoft Office.
Komponen dalam OpenOffice.org adalah :
1. OpenOffice.org Writer, adalah program perkantoran untuk mengolah kata dan sama seperti Microsoft Word pada Microsoft Office. Berguna untuk membuat dokumen tulisan, misal surat, buku, laporan, dll.
2. OpenOffice.org Calc, adalah aplikasi perkantoran berupa spreadsheet yang lengkap, sama seperti Microsoft Excell pada Microsoft Office.
3. OpenOffice.org Impress, adalah program untuk membuat presentasi sebagaimana Microsoft PoworPoint pada Microsoft Office.
4. OpenOffice.org Draw, adalah program untuk menggambar dan dilengkapi dengan tool dalam membuat 3D, membuat efek kewarnaan, dll. Program ini hampir sama dengan Microsoft Visio pada Microsoft Office.
5. OpenOffice.org Math, adalah program untuk menulis formula (rumus matematika), seperti halnya Microsoft Equation Editor pada Microsoft Office.
6. OpenOffice.org Base, adalah aplikasi untuk membuat database, seperti halnya Microsoft Access pada Microsoft Office.
Pertemuan 5 - BSI Margonda
Ekspresi Beraturan Pada Editor vi
Perintah dasar u/ pencarian :
Pertemuan 4 - BSI Margonda
Pengenalan Editor vi dan Perintah-Perintahnya Pada Editor vi
Memulai vi => pembuatan teks sama halnya dengan echo dan cat, perbedaannya jika di echo dan cat tidak bias mengedit file, di editor vi teks bias diedit. Perintah-perintahnya antara lain :
1. vi : masuk ke editor vi tanpa membuka/membuat file apapun
2. vi nmfile : membuka file pada baris pertama
3. vi +n nmfile : membuka file pada baris pertama
4. vi + nmfile : membuka file pada baris terakhir
5. vi nmfile1 nmfile2 : membaca beberapa file sekaligus secara bersamaan
u/ pergerakan file jika menggunakan perintah (vi nmfile1 nmfile2) adalah tekan esc, kemudian :
:n => jika ingin memindahkan ke file berikutnya (next)
:rew => jika ingin memindahkan ke file sebelumnya (rewind)
· Perintah-perintah dasar editor vi :
1. Pergerakan kursor/karakter :
h : u/ menggerakkan kursor ke kiri
i : u/ menggerakkan kursor ke kanan
k : u/ menggerakkan kursor ke atas
j : u/ menggerakkan kursor ke bawah
:n : u/ menggerakkan kursor ke baris n
2. Menggunakan kursor/kata :
W,w : u/ menggerakkan kursor ke kanan pada awal kata berikutnya
B,b : u/ menggerakkan kursor ke kiri pada awal kata sebelumnya
3. Menggerakkan kursor/baris :
gg : menggerakkan kursor ke huruf dan baris pertama pada halam pertama
ngg : menggerakkan kursor pada baris ke-n
( : menggerakkan kursor ke awal baris
) : menggerakkan kursor ke akhir baris
4. Pengeditan teks :
a : menyisipkan kata mulai dari kiri kursor bergeser 1 huruf ke kanan
A : menyisipkan teks pada posisi akhir baris
i : menyisipkan teks mulai dari kiri kursor (insert)
I : menyisipkan teks di awal baris
s : menyisipkan teks mulai dari kiri kursor(insert)
o : membuka 1 baris baru dan menyisipkan teks di bawah baris yang sekarang
O : membuka 1 baris baru dan menyisipkan teks di atas baris yang sekarang
5. Membuka file lain sewaktu mengedit file :
:e nmfile : membuka file lain ketika sedang mengedit file (hanya dapat digunakan apabila file yg dibuat telah di edit dan disimpan)
:e! nmfile : membuka file lain ketika sedang mengedit file
6. Menghapus file :
- Penghapusan teks perkata/karakter/huruf :
nx : menghapus karakter pada posisi kursor
ndw : menghapus sebanyak n kata dari posisi kursor
nX : menghapus n karakter dari posisi kata di depan kursor
- Penghapusan teks/baris :
add : menghapus sebanyak n baris
D : menghapus baris dan membentuk baris baru pada baris yg telah dihapus tadi
7. Menyimpan file dan keluar dari editor vi :
:w = menyimpan file yg sudah ada nama filenya (save), tanpa keluar
:w! = menyimpan file yg sudah ada nama filenya (save), tanpa keluar
:q = keluar dari editor vi tanpa menyimpan file
:q! = keluar dari editor vi tanpa menyimpan file
:wq! = menyimpan file dan keluar dari editor vi
:x = menyimpan file dan keluar dari editor vi
:w nmfile = menyimpan file dengan nama yg ingin ditentukan
:! sh = keluar sementara dari editor vi,lalu kembali ke editor vi dengan ketik exit
:! ls = keluar sementara dari editor vi,lalu kembali ke editor vi dengan ketik ls
8. Copy dan paste file :
nyy = menyalin n baris pada posisi kursor ke buffer
y = menyalin mencopy n karakter dari posisi kursor
nyw = menyalin n kata pada posisi kursor ke buffer
p = menyalin data yg ada di buffer
P = menyalin data yang ada di buffer
9. Merubah/mengganti teks/kata :
x new = mengganti teks perkata
x nee = mengganti teks perbaris
10. Membatalkan perintah sebelumnya :
u = membatalkan 1 perintah yg telah dilakukan sebelumnya
zu = membatalkan 2 perintah yg telah dilakukan sebelumnya
ctrl+R = membatalkan/cancel perintah yg telah di undo
Pertemuan 2 - BSI Margonda
Perintah Dasar Linux (Operasional File 1 dan Operasional File 2)
u/ melihat direktori yang ada = ls
u/ mengcopy file dan mempaste pada direktori = cp nmfile nmfilebaru
u/ mengcopy dalam direktori yang berbeda = cp nmfile alamattujuan
u/ mengubah nama file :
u/ merename/mengganti nama file = mv nmfile nmfilebaru
u/ memindahkan file ke direktori Lain = mv nmfile alamattujuan
u/ menghapus direktori :
u/ menghapus file = rm nmfile
u/ menghapus direktori kosong = rmdir nmdirektori
u/ menghapus direktori berikut isinya = rm –rf nmdirektori
u/ membuat direktori = mkdir nmdirektori
u/ membuat isi file ke dalam direktori = echo “isi teks” >nmfile
u/ menambah isi file = echo “isi teks” >>nmfile
u/ menghitung jumlah baris/kata & karakter di file = wc nmfile
ket : wc = word count
u/ mengkompres file = gzip nmfile
u/ membaca file biodata = zcat nmfile
u/ mengekstrak file = gunzip nmfile
u/ membaca file biodata = zcat nmfile
u/ membuat alias = alias nmalias
Pertemuan 1 - BSI Margonda
localhost login : root
· password : password
[root@localhost~]#adduser namaanda => untuk membuatuser baru
Ket : ~ = folder/direktori yang aktif
# = super user
· [root@localhost~]#passwd namaanda
new unix : nimanda
retype : nimanda
successfully
· u/ mengeluarkan “login tanpa logout” :
[root@localhost~]#su –l namaanda
Ket : su = super user
-l = list
· u/ mengeluarkan “login dengan logout” :
[root@localhost~]#ctrl+d/exit/logout
localhost login : namaanda
password : nimanda